Rumbai, 2 Februari 2012 – Rabu
pagi (1/2) beberapa pegawai Chevron,
LSM, dan penanggung jawab
sekolah-sekolah disekitar camp bersama-sama mengadakan aksi bersi-bersih untuk
lingkungannya. Semua anggota berkumpul di Gedung Pramuka Chevron Rumbai sebelum
berkeliling. Namun sebelumnya semua anggota harus sudah melengkapi diri dengan
perlengkapan yang diperlukan. Seperti itulah kondisi pagi itu.
Deswandi
Muzwar dari Tim Manager General Asset & Support Chevron Rumbai selaku
penanggung jawab kegiatan ini sempat memberi arahan kepada seluruh anggota
sebelum melakukan aksi bersih-bersih. Setiap daerah di wakilkan oleh 2 orang
pegawai Chevron yang kemudian menkoordinir petugas yang bekerja mengumpulkan
sampah. Bekerjasama dengan tukang kebun untuk mengumpulkan sampah dan kemudian
di angkut ke mobil yang telah disediakan.
Ada
6 mobil Pick – up yang disediakan oleh tim Facility Management untuk membantu
mengangkut sampah-sampah tersebut.
Sampah-sampah tersebut untuk selanjutnya dibuang ke daerah sekitar by pass
Rumbai – Minas. Total seluruh yang berpatisipasi adalah 25 orang yang tergabung
dari berbagai lembaga. Seperti YKPI,
LPT, dan sekolah-sekolah disekitar lingkungan.
Beberapa
pegawai Chevron melakukan aksi bersih-bersih menyusul kasus buruh yang terjadi
beberapa bulan belakangan ini . Sampah-sampah yang menumpuk tidak lagi di
angkut untuk selanjutnya di buang. Tugas yang sebenarnya di perankan oleh PT
Flaro sebagai Kontraktor yang menjaga keasrian lingkungan Chevron saat ini
tidak lagi dijalankan sebagaimana mestinya.
Chevron
sebagai penyedia Jasa di buat terpaksa bekerja untuk kembali membersihkan
lingkungannya sendiri. Hal ini menyusul tidak adanya kesepakatan yang terjadi
antara Chevron dan Flaro. Akibatnya aksi mogok kerja terpaksa dilakukan dan
Lingkungan terabaikan.Aksi
mogok ini membuat Chevron sementara mengambil alih tugas kebersihan, terutama
selama aksi mogok dilakukan. Flaro yang biasa membersihkan kini berganti
menjadi produsen sampah??.
Chevron bergerak cepat untuk mengatasi masalah ini. Salah
satu masalah yang muncul adalah sampah-sampah disekitar lingkungan Chevron
tidak lagi ada yang membersikan dan mangangkutnya. Kondisi ini membuat Chevron
mengambil peran untuk mebersihkan sampah-sampah yang ada disekitar lingkungan
camp.
No comments:
Post a Comment